Jumat, 26 Desember 2014

Fakta-fakta Demam Bayi



Untuk mengenali gejala demam pada bayi, hal pertama yang berubah secara signifikan adalah suhu badan anak. Karena itu, Mama perlu menyediakan termometer di rumah. Jenis termometer yang bisa disimpan, seperti termometer digital atau termometer yang mengukur suhu melalui telinga, sehingga Anda mengetahui temperatur anak secara akurat.

Ketahui beberapa gejala dan fakta mengenai demam atau suhu badan anak meningkat, berikut ini:

Suhu tubuh anak di atas 37,5 derajat Celcius sudah dapat dinyatakan demam.

• Pada bayi berusia di bawah 3 bulan, suhu tubuh di atas 37 derajat Celcius, bawalah ke dokter segera mungkin.

• Bila bayi berusia 6 bulan ke bawah dan memiliki temperatur 38,5 derajat Celcius, cepatlah melakukan tindakan, seperti mengompres, terus memberi ASI atau membawanya ke dokter.

• Bila bayi berusia 6 bulan ke atas, Anda bisa mengobservasi anak dan melihat keadaan anak keesokan harinya.

• Suhu badan panas merupakan tindakan badan untuk melawan kuman, apabila bayi Anda tidak terlihat terganggu dengan demamnya, tidak perlu langsung memberikan obat antibiotik. Diskusikan lagi dengan dokter. Sebaiknya lagi pilih dokter yang tidak mudah memberikan antibiotik pada anak.

• Jika bayi berusia 3-6 bulan dan tidak sering menangis dan masih sering diberikan cairan, tidak perlu langsung ke dokter. Observasi dan lakukan penangangan demam di rumah.

Kenali 6 Tanda Bayi Sakit



Terdapat beberapa cara agar Mama dapat mengenali gejala bayi mulai sakit, antara lain:

1. Anak mengalami demam di atas 37,5 derajat Celcius.

2. Muncul ruam. Bila bertambah banyak, segera konsultasikan ke dokter.

3. Tidak responsif saat diajak bercanda atau bermain.

4. Anak menangis tanpa terlihat jelas penyebab, biasanya tangisan anak sakit memiliki beberapa ciri yaitu:
  - Suara tangisan melengking
  - Merintih, seperti menahan sakit

5. Bayi dehidrasi, salah satu gejalanya dapat dilihat dari:
  - Pipis sedikit
  - Kulit, mulut dan bibir bayi kering
  - Anak terlihat lesu
  - Diare ( apabila disertai diare anak perlu segera dibawa ke rumah sakit)

6. Terakhir, percaya pada intuisi Anda. Bila Mama merasa ada sesuatu yang tidak beres atau kondisi bayi berbeda dari biasanya, coba bawa anak ke rumah sakit.

Kegiatan Eksplorasi Bayi



Pada usia 5 hingga 8 bulan anak mulai memiliki postur duduk yang baik, saat inilah anak akan mulai untuk mencoba bersandar dan meraih. Anak mulai mencondongkan badannya untuk mengambil mainan yang sudah ia incar, mulai mengeksplorasi dengan tubuhnya seperti memasukkan barang ke dalam mulut.

Anak juga mulai mencari tahu limit pergerakkan dirinya dengan selalu berusaha lebih jauh seperti mencoba menggenggam barang sebanyak-banyaknya.

Maka dari itu pada masa ini sebaiknya Mama jangan berusaha untuk membantu anak dengan mengambilkan mainan yang ingin ia raih, malah sebaiknya Anda ciptakan permainan dengan menaruh mainan bervariasi di sekeliling anak sehingga ia akan mencoba untuk menggapai dan mengetahui beragam jenis mainan.

Dengan kegiatan duduk dan meraih, anak dapat mengasah beberapa hal seperti;
• Memperkuat otot-otot tubuh
• Belajar bahwa dengan usaha ia akan berhasil
• Meningkatkan keterampilan spasial
• Membangun kekuatan dan koordinasi untuk mulai merangkak
• Duduk menjadi lebih stabil

Agar Kepala Bayi Terbentuk Sempurna



Nah, agar kepala anak dapat terbentuk sempurna, coba lakukan hal berikut:

- Ubah posisi tidur. Para dokter anak tetap menyarankan agar anak tidur dengan posisi terlentang. Namun, coba variasikan arah anak membelokkan kepalanya. Putar juga arah tidurnya sesekali (kepala di bagian kaki, dan sebaliknya).

- Tummy time. Dengan penuh pengawasan, tengkurapkan anak agar ia dapat menahan tubuhnya dengan bagian perut. Perbanyak kegiatan ini saat anak sedang bisa diajak bermain. Selain dapat mengembangkan fontanel belakang yang rata, kegiatan ini juga bisa membentuk otot leher dan bahu anak, Ini baik untuk tumbuh kembang anak ke depan seperti duduk dan merangkak.

Sindroma Kepala Datar pada Bayi




Sindroma kepala datar atau flat head syndrome sering dialami oleh bayi. Orang banyak menyebutnya dengan istilah ‘kepala peyang’. Kondisi ini timbul karena posisi kepala yang terlalu lama di satu sisi yang sama.

Ada 2 jenis sindroma kepala datar yang bisa terjadi pada bayi, yaitu:

• Plagiochepaly (perataan pada tengkorak bayi). Terjadi karena distorsi asimetris tulang kepala atau merata di satu sisi kepala. Hal ini biasanya disebabkan karena posisi telentang di satu sisi yang terlalu lama.

• Tortikolis (ketidakseimbangan pada otot leher). Biasanya ditandai dengan nyeri yang hilang timbul atau kejang yang terus menerus pada otot-otot leher, sehingga mendorong kepala berputar dan miring ke depan, ke belakang, atau ke samping.

Sindrom akepala datar ini bisa membuat bentuk kepala bayi tidak indah, apalagi jika bayi Anda tidak berambut alias botak. Bentuk kepala datarnya akan semakin terlihat jelas. Dalam jangka panjang, sindrom kepala datar dapat berpengaruh kepada kemampuan penglihatan, pendengaran, kognitif, dan keterlambatan motorik. Sindrom ini semakin banyak dialami oleh bayi. Diperkirakan sekitar 48% bayi di usia 5 bulan mengalami masalah dengan kepala datar.

Bisakah dicegah? Tentu saja, Ma. Salah satu cara pencegahan yang paling sederhana adalah dengan mengubah posisi tidur bayi secara berkala. Jangan biarkan bayi terus-menerus tidur atau berbaring dalam posisi telentang. Sesekali, Anda boleh, kok, memiringkannya, atau menidurkannya dalam kondisi tengkurap.

Atau, bisa juga Anda memakaikannya topi khusus yang memang diciptakan untuk menyokong pergerakan kepala dan leher bayi sehingga terhindar dari sindroma kepala datar.

Penyebab Gigi Anak Bisa Keropos

 
Pernah melihat anak kecil dengan gigi hitam bahkan keropos? Rasanya cukup sering ya, Ma. Tak hanya di Indonesia, bahkan di Australia pun para dokter gigi melihat kenaikan jumlah kasus gigi rusak pada bayi usia 12 bulan. Selain gigi berlubang, banyak juga kasus kerusakan email gigi pada anak-anak.

Email adalah lapisan luar yang melindungi gigi. Ada anak-anak yang emailnya kurang bagus sehingga mereka lebih rentan mengalami gigi sensitif dan gigi berlubang. Masalah email gigi ini bisa disebabkan oleh banyak hal, misal: penyakit yang diderita mama dan obat yang dikonsumsi saat mengandung, kelahiran prematur, atau penyakit yang diderita saat bayi.

Namun penyebab paling sering dari kerusakan gigi pada bayi adalah pemberian susu dengan botol, baik itu susu formula maupun ASI. Kedua jenis susu tersebut sama-sama mengandung laktosa, satu jenis gula yang bersama plak gigi akan menyebabkan pengikisan email gigi susu hingga akhirnya gigi berlubang.

Hal ini akan terjadi jika Anda sering membiarkan anak tidur sambil minum susu dengan botol. Meningkatnya konsumsi makanan dan minuman dengan kadar gula tinggi seperti sari buah juga berperan dalam menyebabkan kerusakan gigi pada anak.

Kapan Gigi Susu Tumbuh?

 
 
Pada usia berapa gigi susu anak tumbuh?

Gigi susu mulai terbentuk saat janin baru berusia 6 minggu dan sudah lengkap sempurna saat bayi dilahirkan. Gigi pertama tumbuh saat bayi berusia antara 6 - 9 bulan. Pada usia 3 tahun biasanya semua gigi susu sudah tumbuh secara lengkap.

Gigi susu bertahan cukup lama dalam masa pertumbuhan anak. Gigi depan akan mulai tanggal pada usia 6 atau 7 tahun, sedangkan gigi-gigi geraham akan tanggal ketika anak berusia 12 atau 13 tahun.

Gigi susu berperan penting untuk menentukan posisi tumbuh gigi tetap nantinya. Jangan lupa, gigi sangat diperlukan untuk menggigit dan mengunyah makanan demi tumbuh-kembang anak.

Beberapa penelitian menemukan bahwa anak-anak yang giginya rusak lebih besar kemungkinan mengalami masalah dalam pertumbuhannya dan lebih rentan menderita obesitas. Itu karena masalah pada gigi bisa  mempengaruhi selera makan anak (pasti tak enak kan, harus makan saat sakit gigi), juga membuat proses pencernaan makanan kurang sempurna.

Penyakit pada gusi juga bisa terkait dengan penyakit jantung di kemudian hari. Maka dari itu, Mama harus benar-benar merawat gigi anak sejak baru tumbuh.

Faktor Penentu Kesehatan Gigi Anak




Kebiasaan makan dan tidur anak punya pengaruh terhadap kesehatan giginya. Banyak kasus kerusakan gigi anak disebabkan oleh kebiasaan memberikan susu botol sampai anak tertidur. Karena itu coba Mama terapkan rutinitas makan, bermain, membersihkan gigi lalu tidur bagi anak. Dengan demikian ia tidak terbiasa ‘ngedot’ di tempat tidur.


Australian Dental Association merekomendasikan untuk melatih anak minum menggunakan gelas ketika ia berusia 12 bulan. Tujuannya untuk mengurangi kontak gigi-geliginya dengan kandungan gula dalam minuman. Selain itu, hindari menambah gula, madu atau lemon ke dalam makanan dan minuman si kecil. Terlalu banyak konsumsi makanan dan minuman manis maupun asam turut berperan dalam proses kerusakan gigi. Kalau bayi sudah mulai makan makanan padat, pastikan ia mengonsumsi beragam jenis makanan yang kaya nutrisi terutama yang tinggi kandungan kalsiumnya.


Terakhir nih Ma, jaga juga kebersihan gigi dan mulut Anda. Bayi terlahir tanpa adanya bakteri di mulut dan kemudian mendapatkannya lewat berbagai sumber, termasuk orangtua yang mengasuhnya. Transfer bakteri bisa terjadi saat Mama meniup-niup makanan anak, mencicip makanannya, bahkan saat menciumnya. Intinya semakin baik kesehatan gigi dan mulut Anda maka semakin baik pula kesehatan gigi dan mulut anak Anda.

Merawat Gigi Susu



 Tahap-tahap perawatan gigi susu anak:

• Kunjungan pertama ke dokter gigi: sekitar usia 1 tahun atau dalam jangka waktu 6 bulan setelah gigi pertamanya tumbuh. Setelah itu setidaknya rutin memeriksakan giginya ke dokter gigi setahun sekali.

• Sikat gigi pertama: Ketika gigi pertamanya sudah tumbuh, pilih sikat gigi dengan kepala yang kecil dan bulu sikat dengan ujung membulat yang lembut. Anda dapat membantunya belajar sikat gigi sendiri saat ia berusia 4 tahun, biasakan menyikat gigi dua kali sehari, pagi dan malam minimal selama 2 menit.

• Pertama kali menggunakan pasta gigi anak: Saat ia sudah berusia 18 bulan, sebelum usia tersebut membersihkan gigi cukup dengan sikat gigi lembut dan air.

• Pertama kali menggunakan pasta gigi biasa: Ketika ia sudah berusia 6 tahun.

• Pertama kali menggunakan dental floss: ketika gigi geraham susunya sudah tumbuh, sekitar usia 3 tahun. Bersihkan giginya dengan dental floss setidaknya 2 kali seminggu.

Merawat Gigi dan Gusi Anak




Merawat gigi dan gusi anak sebaiknya diterapkan sedini mungkin untuk mencegah gigi berlubang. Bahkan sebelum giginya mulai tumbuh, Mama harus menjaga gusi dan mulut anak tetap bersih.

Menurut Juliette Scott, dokter gigi spesialis gigi anak dari Australian Dental Association, kebiasaan merawat gigi dan mulut bisa dimulai sejak bayi berusia 4 bulan. “Anda bisa menggunakan kain basah untuk membersihkan bagian dalam mulut sambil memberi gusi sedikit pijatan,” ujarnya.

Begitu giginya mulai tumbuh, Mama bisa mengelap setiap gigi anak dengan menggunakan kain basah. Lap bagian depan dan belakang gigi setiap kali selesai makan atau minum susu. Atau Mama bisa mulai menggunakan sikat gigi yang kecil dan lembut serta air untuk membersihkan gigi-gigi yang mulai tumbuh tersebut.

“Lebih baik memulai kebiasaan sehat sedini mungkin,” ujar Juliette Scott. “Tapi sayangnya, banyak orangtua yang yang berpendapat bahwa anaknya masih terlalu kecil untuk mulai belajar menyikat gigi, sampai akhirnya si anak berusia 2 tahun dan sama sekali belum pernah belajar sikat gigi. Tak heran si anak kemudian menjadi rewel saat disuruh menyikat gigi.”

Pasta gigi sebaiknya tidak digunakan sebelum anak berusia 18 bulan. Setelah itu coba gunakan pasta gigi dengan kadar fluoride rendah. Tapi, sebaiknya konsultasikan juga dengan dokter gigi mengenai pemilihan pasta gigi anak.

Disarankan kunjungan pertama kali ke dokter gigi dilakukan dalam jangka waktu 6 bulan sejak gigi pertama anak tumbuh, yaitu ketika anak berusia sekitar 1 tahun. Setelah itu, lakukan kunjungan rutin ke dokter gigi tiap 6 atau 12 bulan sekali tergantung kondisi gigi anak.

9 Tanda Bayi Sedang Tumbuh Gigi

 
 
Tak ada patokan pasti kapan gigi pertama anak akan muncul. Rata-rata, mulai umur 6 bulan, gigi bayi sudah mulai kelihatan. Meski begitu, ada juga bayi yang sudah mulai tumbuh gigi saat ia berusia 3 bulan. Bagaimana kalau bayi Anda belum tumbuh gigi di usia 6 bulan.

Tidak apa-apa, Ma. Normal, kok, bayi baru tumbuh gigi di usia 7 atau 8 bulan. Hanya saja, jika bayi Anda masih belum memiliki gigi di usia 12 bulan, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter.

Tumbuh gigi seringkali menimbulkan ketidaknyamanan pada bayi, membuatnya resah dan rewel. Bayi memang merasa paling kesakitan saat gigi pertamanya tumbuh.

Apalagi jika yang tumbuh adalah gigi geraham yang berukuran besar. Rasa nyeri ini bisa diikuti dengan peningkatan suhu tubuh. Namun tidak sampai menimbulkan demam tinggi.

Inilah beberapa tanda umum bayi yang sedang tumbuh gigi:

• Rewel serta sering menangis di malam hari.
• Banyak berliur.
• Selalu ingin menggigit untuk mengurangi rasa sakitnya.
• Pipinya memerah.
• Suhu tubuhnya sedikit naik (tapi tidak lebih dari 39 derajat Celcius).
• Gusinya membengkak dan merah.
• Lebih sering minta minum ASI, atau justru menolak minum ASI karena gusinya sakit.
• Selera makannya rendah.
• Tidurnya tidak nyenyak.

Tip Ajak Bayi ke Taman

 

Mengajak si kecil jalan-jalan di luar rumah sangat baik untuk memperkenalkannya pada dunia luar. Bila Anda mengajaknya jalan-jalan di taman, inilah yang sebaiknya tidak Anda lupakan:

- Kenakan pakaian yang nyaman di tubuhnya dan terbuat dari bahan yang dapat menyerap keringat. Udara luar tanpa AC bisa saja cukup panas sehingga membuat kulitnya mudah berkeringat.
- Oleskan lotion tabir surya yang aman untuk bayi, khususnya pada bagian tubuh yang terpapar langsung oleh sinar matahari. Kulit bayi biasanya masih sangat lembut sehingga cukup sensitif dan memerlukan perlindungan terhadap sinar matahari.
- Oleskan lotion anti nyamuk bila Anda mengajaknya pergi ke tempat-tempat yang cukup rawan sebagai persembunyian nyamuk, misalnya di tempat-tempat yang banyak pepohonannya seperti di kebun binatang atau di taman yang pohon-pohonnya cukup rindang.

Health warning
1. Jangan biarkan orang menyentuh bayi Anda tanpa cuci tangan dulu. Ia mungkin terlihat begitu menggemaskan sehingga setiap orang ingin mencubit pipinya. Tapi sentuhan tangan yang kotor akan membuatnya rentan terekspos aneka kuman. Bawalah si kecil menjauh ketika ada orang yang bersin-bersin atau terlihat kurang sehat.
2. Hindari tempat yang penuh sesak karena kemungkinan terekspos kuman juga menjadi lebih besar.
3. Ajak si bayi pergi hanya ketika ia benar-benar sehat. Saat ia kurang sehat, daya tahan tubuhnya ikut berkurang sehingga kuman-kuman yang ada di luar rumah bisa lebih rentan menyerangnya..

Menyiapkan Keperluan Bayi

 

Apa saja keperluan bayi yang Anda butuhkan ketika ia baru lahir?

Pakaian bayi:

•    Popok bayi, baik yang terbuat dari kain biasa atau berbentuk cloth diaper.
•    Beberapa variasi blus, seperti blus berlengan pendek, panjang, dan tanpa lengan. Sebaiknya blus si kecil terbuat dari bahan katun, dan cobalah untuk membeli dalam beberapa ukuran
•    Celana bayi, panjang dan pendek.
•    Kaus kaki, sarung tangan, dan topi bayi.

Kamar bayi:
•    Boks bayi. Ketika memilih, coba perhatikan keamanan dan pastikan bahan yang digunakan tidak beracun.
•    Keperluan boks, seperti bumper, bantal, seprai, sarung bantal, selimut, dan perlak.
•    Meja ganti (baby tafel). Bisa juga merangkap lemari atau laci untuk menyimpan keperluan bayi.
•    Lemari atau rak pakaian. Jika meja ganti belum merangkap rak pakaian, sebaiknya letakkan rak atau lemari berdekatan dengan meja ganti.
•    Sofa yang nyaman bagi mama ketika harus menyusui atau menimang-nimang si kecil.
•    Baik untuk dinding maupun perabot, pilihlah cat dengan bahan nontoxic dan lakukan pengecatan jauh-jauh hari agar bau cat sudah hilang ketika bayi Anda lahir. Catatan: Jangan ikut mengecat kamar bayi ya, Ma. Bau cat yang terhirup tidak baik bagi kesehatan Anda.

Keperluan mandi dan kebersihan:
•    Bak mandi bayi dan karet anti-slipnya.
•    Keperluan mandi, seperti sabun dan shampo.
•    Waslap untuk mandi.
•    Bola-bola kapas berair dan tisu basah.
•    Krim ruam popok, baby oil, dan minyak telon.
•    Sisir bayi, gunting kuku, dan termometer.

Keperluan bepergian:
•    Tas bayi.
•    Selimut bertudung.
•    Gendongan bayi.
•    Stroller dan car seat untuk bayi. Perhatikan segi keamanannya dan produk harus sesuai usia bayi.

Merawat Bayi Kuning



Jika Anda melihat tanda-tanda semburat kekuningan pada kulit dan bagian putih mata bayi, bisa jadi ia mengalami penyakit kuning. Ini biasa dialami bayi di minggu pertama kelahirannya. Kondisi kuning terjadi pada sekitar 50 persen bayi baru lahir, dan kebanyakan merupakan kasus ringan yang bisa ditangani dengan cepat.

Yang terjadi pada bayi kuning adalah: Tubuhnya memproduksi bilirubin dalam jumlah berlebih akibat fungsi hati dan saluran pencernaannya yang belum sempurna. Bilirubin sendiri merupakan produk normal hasil penguraian sel darah merah yang sudah tua, disalurkan melewati hati, usus, dan akan dikeluarkan melalui feses bayi.

Sebagian besar kasus bayi kuning terjadi pada 3-5 hari setelah bayi lahir (bayi lahir prematur mungkin akan mengalaminya lebih lambat). Kondisi kuning fisologis (bukan disebabkan oleh kelainan atau penyakit) biasanya akan hilang dengan sendirinya. Untuk membantu pemulihannya, susui si kecil sesering mungkin. Dengan begitu, kelebihan bilirubin di dalam tubuhnya dapat segera keluar melalui fesesnya.

Bagaimana dengan tindakan menjemur bayi di pagi hari? Menurut dr. Purnamawati S. Pujiarto, SpA(K), MMPaed., spesialis anak dari Bagian Hepatologi Anak RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, tindakan menjemur bayi di bawah matahari pagi tidak membantu memecahkan bilirubin. Boleh saja menjemur bayi di pagi hari, tapi tujuannya hanya agar bayi mendapatkan asupan vitamin D yang diperlukan oleh tulang. Lakukan sebelum pukul 07.00 dan tak perlu lama-lama, cukup 30 menit saja.

Anda patut curiga jika bayi menunjukkan gejala lemas, tak mau menyusu, serta suhu tubuh cenderung meningkat. Segera berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan kadar bilirubinnya. Jika kadarnya cukup tinggi (di atas10 mg/dL), dokter akan merekomendasikan bayi Anda untuk menjalani terapi sinar atau fototerapi untuk membantu memecahkan bilirubin dan membuatnya menjadi mudah larut dalam air tanpa harus diubah dulu oleh hati.

Mengapa Bayi Bisa Tersenyum Saat Tidur


 
Saat terlelap, bayi sering tersenyum dalam tidur. Apakah ia sedang bermimpi? Atau, ia sedang diajak bercanda oleh malaikat seperti yang dikatakan orang? Yang jelas, mama dan papa akan ikut tersenyum saat memandanginya. Tapi, apa sebenarnya yang menyebabkan bayi tersenyum dalam tidurnya?

Senyum bayi di kala tidur adalah refleksi dari kegiatan saraf pusat di otak. Dalam keadaan tidur, otak bayi tetap mengolah data dan memori, sehingga ia bisa mengalami mimpi atau mengigau. Secara refleks, hal ini akan berdampak pada otot orbikularis okuli di mata. Akibatnya, meski matanya terpejam, pipinya akan sedikit terangkat dan ia terlihat seperti sedang tersenyum.

Menginjak usia satu bulan, barulah ia bisa tersenyum secara sadar ketika sedang tidak terlelap. Artinya, ia tersenyum karena benar-benar ingin mengekspresikan rasa senangnya. Tentu saja senyumnya belum sepenuhnya terarah karena penglihatannya masih terbatas, tapi lama-lama, setelah jarak pandangnya semakin jauh, ia akan mampu memberikan senyum termanisnya sebagai respon terhadap senyum Anda.

Jadi, sering-seringlah menstimulasi senyumnya dengan senyum manis Anda, mengajaknya bercanda, atau menyanyikan lagu-lagu riang untuknya. Meski ia belum sepenuhnya bisa menangkap arti kata-kata Anda, ia bisa merasakan kegembiraan yang ada di sekelilingnya dan ini akan membuatnya ikut tersenyum! “Duh, manisnya senyum anak Mama…”

Efek Kebiasaan Ngempeng pada Gigi Bayi


 
 
Kebiasaan mengempeng dan mengisap jari, terutama bila lama dilakukan (lebih dari 6 jam per hari), memang bisa menyebabkan majunya gigi-gigi depan (gigi tonggos). Idealnya, kebiasaan mengempeng dihentikan ketika anak berusia 3 tahun. Umumnya, si kecil mempunyai empeng favorit. Bila empeng favorit dibuang, barulah ia menghentikan kebiasaan mengempengnya. Sekarang, tersedia empeng yang tidak menyebabkan berubahnya struktur gigi. Untuk lebih jelasnya, silakan tanyakan pada dokter gigi anak Anda.

Sebaliknya, kebiasaan mengisap jari umumnya lebih sulit dihentikan. Jadi, berikan saja sarung tangan, plester pada jari, atau pun rasa pahit pada jari sebagai pengingat untuk tidak mengisap jarinya. Bila kebiasaan si kecil berlanjut sampai mulai tumbuhnya gigi tetap, hal ini bisa menyebabkan masalah tumbuh kembang pada gigi tetapnya. Masalah kebiasaan mengisap jari setelah masa gigi tetap bisa dikoreksi oleh dokter gigi anak dengan alat tertentu yang mengurangi rasa nyaman anak untuk mengisap jarinya, yaitu ‘palatal crib’.

Apa lagi? Kebiasaan minum susu dari botol, terutama pada malam hari, lebih berakibat pada karies gigi, terutama akan tampak pertama kali pada gigi seri atas yang geripis. Bila dibiarkan, bisa menyebabkan lubang pada gigi lainnya. Gigi pun banyak yang keropos dan hal ini disebut sindroma karies botol.

Setelah usia 1 tahun, sebaiknya anak mulai dibiasakan untuk memakai gelas atau sedotan ketika minum susu. Biasakan juga dia untuk menyikat gigi sebelum tidur dan jangan biarkan si kecil makan atau minum lagi setelah menyikat gigi (kecuali minum air putih). Bila ia ingin minum dari botol pada malam hari saat tidur, pastikan botol tersebut berisi air putih.

Waspada Botulisme pada Bayi




Botulisme bisa menyerang bayi hingga dewasa. Penyakit yang mengakibatkan gangguan pada otot, sistem pernafasan dan pencernaan ini diakibatkan oleh racun botulin yang diproduksi oleh Clostridium botulinum.

Botulisme pada bayi, menurut hasil penelitian, kerapkali disebabkan oleh madu sebagai sumber kontaminan. Itu sebabnya, madu sangat tidak disarankan untuk diberikan kepada bayi dibawah usia satu tahun.

Botulisme pada bayi juga bisa disebabkan karena pemberian susu formula yang kurang tepat. Botol susu yang tidak higienis, kemasan wadah susu yang tidak tertutup rapat, adalah dua hal yang memicu berkembangnya bakteri Clostridium botulinum.

Jadi, pastikan higienitas menjadi prioritas Anda saat menyiapkan susu maupun makanan untuk anak, ya, Ma. 

Belajar Jalan Sendiri vs Baby Walker


 
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi yang belajar berjalan menggunakan baby walker lebih lama bisa berjalan dibanding bayi yang tidak menggunakan baby walker. “Penggunaan baby walker membuat merangkak dan berjalan lebih lambat serta menghambat postur normal,” kata dr. Ariani Dewi Widodo, SpA, dokter spesialis anak dari Tania Kids’ Center. Baby walker, atau sering disebut walker saja, membuat bayi bisa bergerak ke segala arah sebelum mereka siap untuk melakukannya secara fisik, sehingga bisa menyebabkan pola gerakan yang tidak biasa dan memperlambat kontrol otot.
Bayi belajar berjalan dengan memperhatikan dan mengerti bagaimana kaki dan telapak kakinya bergerak. Jika walker memiliki tray, mereka tidak dapat melihat apa yang terjadi dengan tubuh bagian bawahnya dan tidak mendapatkan informasi yang mereka butuhkan tentang perkembangan motornya.

American Academy of Pediatrics (AAP)
melarang penggunaan walker bukan hanya karena bisa menghambat bayi Anda belajar berjalan sendiri, tapi juga karena ada bahaya yang mengintai. Ribuan bayi berakhir di Unit Gawat Darurat dan praktik dokter karena jatuh dari tangga atau terantuk perabotan saat berjalan menggunakan walker. Berjalan dengan walker memberi pesan yang salah pada orang tua, seakan-akan bayi mereka sudah bisa bergerak dan mengontrol gerakannya. Alhasil, bayi dengan walker dibiarkan berjalan tanpa pengawasan.

“Sebenarnya tidak ada ruginya juga jika Anda tidak pakai baby walker sama sekali, karena penggunaan walker sudah jelas bahayanya dan tidak ada kegunaannya,” jelas dr. Ariani. Namun, jika tak ada pilihan lain selain menggunakan walker (misalnya, Anda tidak ingin bertengkar dengan orang tua), pastikan Anda mengawasi  bayi Anda dengan sangat ketat saat menggunakan walker. Jangan biarkan ia berjalan sendiri tanpa pengawasan.

Singkirkan barang pecah belah yang bisa dijangkau bayi dari tempat ia menggunakan walker. Termasuk juga singkirkan benda-benda yang bisa membuatnya ‘terbakar’, seperti minuman panas, lilin, dan sebagainya. Rak buku, televisi, dan barang elektronik lainnya harus berada tinggi di luar jangkauan, sehingga ia tidak bisa menariknya dan tertimpa.

Sebagai pengamanan tambahan, pilih model terbaru yang telah memenuhi standar keamanan internasional. Kini bentuk dasar walker dibuat lebih lebar agar tidak muat melewati hampir semua pintu. Dengan demikian bayi Anda tidak mudah pergi ke luar ruangan tanpa pengawasan dan tidak mudah terjungkal. Walker yang aman kini juga memiliki rem yang secara otomatis menghentikan walker saat salah satu roda berada pada posisi lebih rendah dibanding roda lainnya. Ini mencegah bayi dan walker jatuh dari tangga. Namun demikian, Anda tetap harus memasang pagar pembatas di ujung tangga.

Yang paling penting, batasi penggunaan walker hanya 20-30 menit setiap kali digunakan, agar tidak mengganggu perkembangan postur tubuhnya. Lebih baik sering-sering meletakkan ia dilantai tanpa bantuan apapun untuk membantunya menstimulasi seluruh anggota tubuh, termasuk kakinya. Dengan demikian ia mengalami proses merangkak dan berjalan lebih cepat.

Agar Anak Ikuti Aturan Orang Tua



Orang tua mana pun yang pernah meminta batita untuk mengganti piyamanya tahu kalau kadang kala Anda harus ‘bertempur’ menghadapinya. Namun, ada beberapa kasus saat Anda harus melawan sampai titik darah penghabisan. Ini dia contoh beberapa kasus:

Kasus:
Anak menutup rapat-rapat mulutnya begitu melihat sikat gigi.
Solusi: Karena kesehatan mulut yang baik sangat penting untuk kesehatan tubuh secara menyeluruh, nah, ‘pertempuran’ ini layak digelar, kata Mark H. Goldenberg, D.D.S., dokter gigi anak di Beverly Hills. “Kalau Anda bisa meminta si kecil untuk menyikat gigi lebih sedikit frekuensinya dari seharusnya, hal ini masih lebih baik daripada ia sama sekali tidak menyikat giginya.”

Kasus:
Ini waktunya untuk tidur dan anak masih minta dibacakan dongeng.
Solusi:  Bagaimana pun, Anda harus tetap konsisten dengan ritual menjelang tidur malam, kata Jill Spivack, psychotherapist dan salah seorang penulis dari The Sleepeasy Solution. “Tidur adalah fondasi dari segala sesuatunya. Bila cukup tidur, ia tidak akan rewel dan berbagai ‘pertempuran’ pun bisa dihindari,” katanya.

Kasus: Anak tetap ingin memakai kostum princess ke sekolah.
Solusi: Anak-anak yang lebih kecil ingin tahu di mana mereka punya suara seperti anak-anak yang lebih besar, kata Spivack. “Nah, memilih pakaian yang akan dikenakannya adalah area yang paling pas menurutnya untuk unjuk gigi.”

Kasus:
Saat bermain memang seru, tapi membereskan mainanan benar-benar menjadi ‘pertempuran’ yang paling menjengkelkan.
Solusi: “Bila Anda menjadi kesal berkepanjangan, berbagai masalah baru akan terus bermunculan,” kata Betsy Brown Braun, penulis dari Just Tell Me What to Say. Bereskan mainan bareng si kecil, sehingga ia akan menjadikan hal ini sebagai suatu kebiasaan.

Kasus: Anak minta dibuatkan jus, tapi tidak mau menyebutkan kata-kata ‘ajaib’.
Solusi:  Bersikap tidak sopan pada saat ini bukan gambaran kalau nantinya anak akan bersikap tidak sopan. Terus saja katakan “tolong” dan “terima kasih” dan lama kelamaan si kecil akan meniru Anda, kata Braun.

Optimalkan Perkembangan Bayi

 
Menurut Centers for Disease Control and Prevention, dalam tahun pertama, bayi belajar memfokuskan penglihatannya, menggapai sesuatu, mengeksplorasi, dan belajar tentang berbagai hal di sekitarnya.

Bayi memang belajar secara kognitif untuk perkembangan otaknya. Ia belajar proses mengingat, berbahasa, berpikir, dan mengetahui alasan sesuatu. Sementara itu, belajar berbahasa lebih berupa mengeluarkan bunyi-bunyian (‘celoteh’) atau mengatakan “ma ma” dan “da da”.

Lalu, mendengarkan, memahami sesuatu, serta mengetahui nama seseorang dan benda merupakan bagian dari perkembangan berbahasanya. Pada usia ini juga, bayi mengembangkan kelekatan (bonding), rasa cinta, dan percaya dengan orang tuanya dan orang lain sebagai bagian dari perkembangan sosial dan emosional.

Cara orang tua memeluk, memegang, dan bermain dengan bayinya akan membentuk dasar dari bagaimana mereka akan saling berinteraksi dan juga bagaimana anak berhadapan dengan orang lain. Untuk mengoptimalkan semua perkembangannya, lakukan ini:

- Berilah respon ketika bayi berbicara dengan cara berbicara lagi dengannya dan menambahkan berbagai kata lain. Cara ini akan membuatnya belajar menggunakan kata-kata.

- Bernyanyilah pada bayi dan pasang lagu. Ini akan membantu bayi belajar mencintai musik dan mengoptimalkan perkembangan otak.

- Mendongenglah. Cara ini bisa mengembangkan dan membantunya memahami bahasa dan juga berbagai intonasi.

- Luangkan waktu untuk memeluk dan menyentuh dirinya. Ini akan membuatnya diperhatikan dan merasa aman.

- Bermainlah saat ia terbangun dan merasa rileks. Biarkan ia berhenti bermain ketika  capek atau rewel.

- Pujilah bayi dan berikan banyak perhatian.

- Alihkan perhatian anak dengan cara memberinya mainan dan memintanya  bermain ke tempat yang aman begitu ia mulai banyak bergerak dan memegang berbagai hal yang seharusnya tidak dipegang.

-    Jagalah diri Anda secara fisik, mental, dan emosional. Menjadi orang tua memang bukan pekerjaan ringan. Lebih mudah menikmati waktu bersama dan menjadi orang tua yang penuh cinta dan bersikap positif kalau Anda merasa nyaman dengan diri sendiri.

Stimulasi untuk Optimalkan Perkembangan Bayi

 Makanan bergizi bukan satu-satunya faktor yang menentukan kesehatan dan kecerdasan bayi. Ada hal lain yang juga bisa membantu mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi Anda, yaitu stimulasi.

Jangan membayangkan aneka metode canggih dan rumit untuk memberikan stimulasi terbaik, karena stimulasi bisa dilakukan lewat kegiatan perawatan bayi sehari-hari. Anne Gracia, seorang praktisi Neurosains Terapan, mengatakan, ”Perkembangan maksimal otak anak terjadi pada 4 tahun pertama kehidupannya, yang dalam periode tersebut sel-sel otak berkembang dan mencapai 80% dari potensinya. Stimulasi sejak dini dapat membantu mematangkan struktur otak dan sistem saraf, dan merupakan kunci sukses tercapainya kecerdasan di masa belajar.”

Stimulasi yang bisa diberikan mencakup stimulus taktil (perabaan, belaian, dan sentuhan), stimulus visual, stimulus auditori (pendengaran), stimulus vestibular (keseimbangan), stimulus olfaktori (penciuman), stimulus proprioseptif (otot, sendi, dan ligament), serta stimulus gustatory (pengecap).

Adapun stimulus di atas bisa Anda lakukan lewat cara:

1. Pijat, tujuannya adalah untuk menstimulasi kematangan saraf bayi. Pijat bisa menjadi sarana stimulus taktil melalui pemberian sentuhan dan tekanan, serta memberikan efek stimulasi, relaksasi, melancarkan peredaran darah, dan peredaran limfa. Efek inilah yang  pada akhirnya akan mempengaruhi sistem metabolisme tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh anak agar tidak mudah terserang penyakit.

2. Mandi tak hanya bertujuan untuk membersihkan tubuh, tetapi juga merupakan stimulus vestibular. Menurut pandangan neurosains, pada periode awal setelah kelahiran, bayi tetap memerlukan perasaan dan suasana ayunan air seperti di dalam kandungan.

Nah, kegiatan mandi dapat memberikan stimulasi bagi pembuluh darah bayi karena terjadi perubahan suhu di luar dan di dalam tubuhnya. Hal ini akan merangsang sensitivitas pembuluh darah kapiler di permukaan kulitnya.

3. Sentuhan dapat memberikan kehangatan pada bayi setelah mandi, sekaligus memperlancar peredaran darah di area perut dan dada. Hal ini akan memberikan kesempatan bagi metabolisme tubuh untuk bekerja lebih baik.

4. Perawatan kulit dilakukan untuk membantu menjaga kesehatan dan keharuman kulit (dan juga rambut!). Harum bayi tak hanya menyenangkan buat mama, tapi juga merupakan stimulus olfaktori (penciuman) yang membantu menstimulasi area pengendali emosi di otak. Dengan memberikan keharuman pada tubuh bayi, saraf-saraf akan terstimulasi dengan baik dan membantu otak bekerja sempurna mengatur keseimbangan tubuh.

Note: Bayi yang lahir lewat operasi Caesar membutuhkan lebih banyak stimulasi dan rangsangan dibanding bayi yang lahir lewat persalinan normal. Hal ini karena saat dilahirkan, bayi yang lahir Caesar tidak menggunakan refleks alami yang digunakan bayi lahir normal untuk berusaha keluar dari perut mama.

Belajar Bicara Sejak Bayi




Betapa istimewa hubungan mama dan bayinya. Sejak anak dalam kandungan, ia telah terbiasa mendengarkan intonasi suara mama maupun dialeknya. Beberapa ahli bahkan mempelajari bahwa setelah bayi lahir, tangisan bayi dengan mama dari suku yang berlainan juga akan berbeda. Di beberapa bulan pertamanya, kepekaan bayi terhadap suara mama ternyata terbukti memegang peranan penting dalam pengembangan kemampuan berbahasanya.

Penelitian yang dilakukan University of Montreal dan Sainte-Justine University Hospital Research Center memaparkan bahwa ketika mama berbicara, pusat pengolahan bahasa di otak bayi segera aktif dan responsif (tidak ditemukan reaksi yang sama jika orang lain yang berbicara).

Hanya butuh waktu 24 jam bagi bayi baru lahir untuk mengenali suara mamanya. “Suara mama begitu istimewa sehingga bayi mengasosiasikan suara tersebut sebagai bahasa,” ujar kepala peneliti, Maryse Lassonde, Ph.D. Itu sebabnya bayi akan lebih mudah belajar mengenal kata-kata melalui mamanya.

Nah, ingin bayi Anda lebih cepat belajar bicara? Ajak ia berbicara dengan intonasi membujuk seperti yang sering dilakukan mama pada bayinya. Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa bayi-bayi tidak akan mendengarkan orang dewasa yang berbicara dengan nada normal, namun mereka akan tertarik jika yang mengajaknya bicara menggunakan intonasi seperti yang dipakai mamanya.

Cara lain untuk mempercepat bayi belajar bicara adalah dengan  mengulang kata-kata dan mendorong bayi untuk mengucapkan kata yang menggabungkan huruf konsonan dan vokal seperti ‘ma’ atau ‘ba’

4 Stimulasi Agar Anak Cerdas




Setiap orangtua pasti ingin anaknya cepat bisa ini dan itu. Selain melalui pemberian nutrisi yang bergizi, berbagai stimulasi perlu diberikan agar ia lebih cepat menguasai berbagai keterampilan. Anda bisa mencoba:

- Mengajaknya bicara. Meski belum lancar bicara, ajaklah anak mengobrol. Sambil menggenggam jari-jarinya, pandang dia dan berbicaralah dengan jelas. Anda bisa bercerita seputar aktivitas pada hari ini, perjalanan Anda ke kantor, siapa saja yang Anda temui, dll. Anda full time mom? Berceritalah tentang menu makan siangnya, ke mana Anda akan mengajaknya, dll. Gunakan kalimat-kalimat yang sederhana, ya.

- Membacakan buku sejak lahir. Membaca bisa menjadi rutinitas pengantar tidur yang menyenangkan bagi anak. Anda bisa menunjukkan gambar-gambar yang ada, lalu menjelaskannya pada bayi Anda. Gunakan intonasi yang bervariasi untuk menarik perhatiannya, dan berhentilah sejenak bila bayi Anda tengah menikmati gambarnya. Atau, bacakan apapun yang dilihat saat mengajaknya jalan-jalan: Papan reklame, nama toko, dll.

- Mengajaknya bermain. Mainan bertekstur atau mengeluarkan bunyi-bunyian akan membuatnya tersenyum. Letakkan mainan itu di hadapannya dan biarkan ia meraih dan merasakan teksturnya. Tunjukkan pula, tombol mana yang bisa ia tekan agar mainannya bisa mengeluarkan bunyi lucu! 

Memutarkan musik. Anda bisa membeli CD berisi musik dan lagu untuk bayi dan anak-anak, atau musik lembut koleksi favorit Anda. Sesekali ikutlah bersenandung, atau menari mengikuti irama. Usahakan agar musik yang Anda pasang tidak terlalu keras dan hingar bingar. Ingat, tujuan Anda adalah agar ia menyukai musik, bukan sebaliknya!

Menstimulasi Bayi Baru Lahir



 Yuk lakukan aktivitas-aktivitas berikut ini untuk menstimulasi bayi baru lahir:  
Keterampilan
Cara Menstimulasi
Melihat. Jarak pandangnya sekitar 20 – 25 cm.
Saat menyusui si kecil, ajaklah ia berkomunikasi sambil menatap kedua matanya. Banyak senyum dan juga tertawa padanya.
Mendengar. Ia bisa membedakan suara Anda dengan suara lainnya.
Agar ia semakin kenal dengan suara Anda, sering-sering ngobrol dan menyanyi dengannya. Jangan lupa, kenalkan suara orang lain yang selalu berada di dekatnya.
Mencium bau. Inilah adalah cara lain untuk mengenali orang tuanya.
Banyak-banyak memeluk si kecil (jangan teteskan parfum yang baunya cukup menyengat, ya!). Kenalkan juga anak dengan berbagai bau lain, seperti bunga, rumput setelah hujan, dll. Tentu saja, lakukan secara bertahap.
Menggenggam. Selain refleks ini, ia juga sedang belajar memegang.
Letakkan jari Anda atau mainan pada telapak tangannya agar ia bisa belajar memegang. Bila mainannya berbunyi, ajarkan dia untuk menggerak-gerakkannya.
Berayun. Gerakan ini dirasakannya seperti saat berada di dalam rahim Anda.
Menimang-nimanglah  secara perlahan dan sesuai irama musik. Variasikan gaya menimang-nimangnya, yakni ke kanan-kiri dan juga atas-bawah.
Menendang. Sebenarnya, ini menunjukkan bahwa ia senang atau justru jengkel.
Dekatkan mainan berbunyi di kakinya. Ia sangat senang jika tendangannya menghasilkan bunyi. Atau, ajak dia bersenam, yakni gerakan mengayuh seolah main sepeda, naik turun, dll.

4 Permainan Mencerdaskan Bayi



Katanya, ‘pekerjaan’ anak adalah bermain. Namun, penelitian terkini mengatakan,  aktivitas yang klasik dan sederhana ini bisa membantu melatih keterampilan matematika anak nantinya.

Dan, permainan ini seru juga, kok. Kami tidak menyarankan Anda untuk menyanyikan lagu nina bobok yang rumit ala matematika atau membacakan flash card pada anak yang sedang mengantuk. Berikut berbagai aktivitas yang bisa membantu Anda berdua tertawa sekaligus belajar.

Tentang ukuran
Tunjukkan pada bayi bahwa ada berbagai ukuran benda: “Kamu punya gelas yang kecil dan Mama punya gelas yang besar!” Cara lain adalah taruhlah benda-benda secara berturutan dari kecil ke besar. Ia bisa melihat bedanya, kok. Lokasi juga berpengaruh, lho:

Coba duduk dekat bayi sehingga Anda memiliki perspektif yang sama, dan letakkan mainan sekitar kotak atau mainan yang lebih besar. Lalu, katakan tentang “di sebelah”, “di atas”, dan “di bawah”. Nyanyikan sebuah lagu sambil menarikan mainan sekeliling kotak dan katakan “di depan” dan “belakang.”

Padu padan
Cara mudah memperkenalkan ukuran dan juga bentuk adalah memilih benda yang dikenalnya. Misalnya, tuang sereal dan biskuit mini ke dalam mangkuk kecil. Ambil sereal dan letakkan di satu tumpukan,
Setelah itu, ambil biskuit dan letakkan di tumpukan yang lain. Anda bisa melakukan hal serupa dengan benda lain, seperti kaus kaki yang berbeda warna, mobil-mobilan, atau balok susun. Setelah usia 1 tahun, si kecil sudah bisa melakukannya sendiri, kok.

Bertepuk tangan
Memegang tangan bayi untuk bertepuk tangan sambil bernyanyi adalah hal pertama yang bisa membuat Anda berdua tertawa gembira. Selain mengasah keterampilan berbahasa dan koordinasi otot-otot tangannya, bertepuk tangan mengajarkan konsep pra-matematika, seperti ritme, ‘mencari pola’, dan membantu anak belajar memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya.

Nyalakan musik dan bertepuk tangan dan menari mengikuti irama. Atau, berikan dia maraca untuk digoyang-goyangkan atau ‘drum’ untuk dipukul-pukul, lalu tiru apa yang dilakukannya.

Belajar menghitung
Tidak perlu yang rumit, ajari anak menghitung garis-garis pada kausnya, menghitung langkah menuju lantai atas, atau letakkan mainan kereta secara berjajar di atas meja (lalu mengambilnya berdasarkan nomor urut.

Namanya juga permainan, sehingga harus mengasyikkan!). Jangan langsung frustasi begitu melihat bayi Anda merasa tidak tertarik. Coba lagi di hari lain.

TV Sehat Untuk Anak
















Hingga usia tiga tahun, anak belum pandai menyaring apa yang mereka tonton. Akibatnya, mereka mudah sekali terpengaruh oleh apa pun yang ditonton.

Bukan itu saja, sejumlah gangguan bisa saja dialaminya, termasuk keterlambatan bicara, gangguan kemampuan membaca verbal, gangguan pemahaman, serta kurang mampu mengekspresikan pikiran. 

Meski begitu, Anda tak perlu langsung alergi terhadap TV. Kuncinya adalah membatasi waktu menonton anak dan selalu mendampinginya. Begitu ia punya pertanyaan seputar sesuatu yang ditontonnya, ada orang dewasa di sampingnya yang bisa memberi penjelasan. Selain itu, Anda bisa memilihkan tayangan yang baik untuknya. Ini bisa menjadi sarana belajar yang efektif untuk membantu anak memahami dunia di sekitarnya. 

Untuk memilih tayangan sehat bagi anak, kenali jenis-jenis tontonan yang ada di TV. Menurut www.kidia.org, acara TV bisa dikelompokkan dalam tiga kategori: aman, hati-hati, dan tidak aman untuk anak. Berikut penjelasannya:

Aman: Tidak mengandung adegan kekerasan, seks, dan mistik. Ceritanya sederhana dan mudah dipahami. Untuk acara yang masuk kategori ini, Anda boleh membiarkan anak menonton tanpa didampingi.

Hati-hati: Isi acara ‘sedikit’ mengandung salah satu di atas. Tema dan jalan cerita agak kurang cocok untuk anak. Ia perlu didampingi saat menonton.

Tidak aman: Isi acara banyak mengandung adegan kekerasan, seks, dan mistik. Unsur-unsur itu ditampilkan secara berlebihan dan terbuka. Bahkan, menjadi daya tarik yang ditonjolkan. Anak perlu dihindarkan dari tayangan-tayangan seperti ini. 

All about MP-ASI (Jadwal, Resep, etc)



Persiapan MP-ASI si dedek alias my lil' angle atau tuan puri kecilku, halah :p, tiap hari browsing, ngubek2 kata kunci MP-ASI yg dimodifikasi sedemikian rupa, biar artikel yg keluar variatif. Hehe. Secara pengalaman pertama daaaan saya gak (eh belum ding tepatnya, hehe) belum mahir dalam ranah masak memasak. Buat yg punya background sama (pengalaman pertama dan belum mahir masak), ini ada beberapa resep dan jadwal pemberian MP-ASI. Semoga bermanfaat yaaaa :


Jadwal Pemberian MPASI

Kenalkan makanan pendamping ASI secara bertahap. Mulai dari yang bertekstur lembut dan encer serta hanya terdiri dari satu jenis makanan atau buah seperti pure buah-buahan yang mudah dicerna dan tidak merangsang. Kemudian meningkat dengan campuran dua macam atau lebih jenis makanan yang dihaluskan seperti bubur saring dan seterusnya.

Kreasikan campuran dan jenis makanan berbeda sehingga bayi tidak mudah bosan dan tentunya memperkaya perbendaharaan cita rasa bayi.

Perlu diingat untuk memberikan secara bertahap jenis dan macam makanan pada pada saat bayi. Ada jenis bahan makanan tertentu yang sebaiknya belum diberikan saat-saat awal berlatih makan makanan padat. Kapan sebaiknya pemberian makanan padat pada bayi? Jenis bahan makanan apa yang cocok diberikan pada usia tertentu?

- Usia 6 -7 bulan Pure buah, bubur saring sayuran atau kacang2an (satu kali dalam 24 jam)

- usia 7 – 8 bulan Pure buah, bubur lembut atau bubur saring labu kuning, beras, jagung atau kentang (karbohidrat kompleks) (satu kali dadlam 24 jam)

- usia 8 – 9 bulan Pure buah dan bubur saring (masing2 satu kali dalam 24 jam)

- usia 9 – 10 bulan Jus buah, bubur saring dan makanan tim (masing2 satu kali)

- usia 10-12 bulan makanan tim (tiga kali sehari)

jus buah dan makanan selingan (masing2 sekali)


Makanan Pendamping ASI untuk Usia 9-12 bulan

Pengenalan makanan pendamping ASI dapat dilakukan saat bayi menginjak usia 6 bulan. Kemudian secara bertahap, bayi dapat diperkenalkan pada beragam jenis makanan dan cita rasa, sehingga menambah perbendaharaan rasa dan pilihan makanan untuknya.

Namun perlu diperhatikan bahwa pada usia tertentu bayi belum bisa menerima jenis makanan tertentu karena teksturnya atau kandungan zat dalam bahan makanan tersebut yang tidak mudah dicerna.

Bahan makanan apa yang tidak disarankan untuk usia bayi antara 9 – 12 bulan?

* Daging sapi atau ayam yang berlemak, seperti sandung lamur atau tetelan atau kulit ayam

* Daging olahan seperti sosism abon, bakso atau nuget dan daging asap.

* Jeroan seperti ginjal, paru dan usus

* Putih telur

* Ikan yang mempunyai banyak duri seperti teri, bandeng atau ikan mas

* Kacang-kacangan kecuali selai kacang buatan sendiri. Perlu dihindari: kacang metem almond dan kenari

* Gula pasir atau garam yang berlebihan

* Jenis makanan atau bumbu yang merangsang seperti merica atau cabai


Panduan Menyiapkan Makanan Bayi
Kapan saat yang tepat memberikan MPASI?

Pertumbuhan bayi usia di atas 6 bulan membutuhkan asupan zat Gizi yang lebih beragam. Selain itu aktifitas fisiknya semakin meningkat serta pertumbuhan yang pesat sehingga ia memerlukan kalori dan nutrisi selain ASI, dan jumlahnya pun bertambah sejalan dengan pertumbuhannya. Pada saat inilah yang tepat untuk memberikan Makanan Pendamping ASI atau MPASI.

Seperti apa MPASI itu?

Makanan Pendamping ASI sebaiknya mengandung banyak cairan, terutama untuk bayi usia 6 bulan yang baru belajar makanan padat. Cairan didapatkan dari bahan makanan yang mengandung banyak cairan seperti pure buah, jus buah segar dan penambahan air matang atau ASI/Susu Formula. Pastikan memberi bayi makanan segar, bukan jus hasil buatan pabrik terutama yang bukan diperuntukan untuk makanan bayi.

Bagaimana memilih bahan MPASI?

Usia bayi 6-8 bulan:
Jenis buah: pepaya, pri, apel, pisang, melon dan jeruk baby

Jenis sayuran: brokoli, bayam merah/hijau, wortel dan daun kangkung

Kacang-kacangan: kacang hijau, kacang merah, kacang polong dan kedelai. Untuk beberapa jenis kacang seperti kacang merah dapat dikupas dahulu di awal pemberian.

Usia bayi 8-9 bulan:
Semua yang diberikan di usia sebelumnya, ditambah beberapa makanan sumber karbohidrat dan protein.

Sumber Karbohidrat: beras merah/putih, Jagung manis, labu kuning

Sumber protein: daging sapi dan daging ayam (pilih daging tanpa lemak), hati ayam, daging ikan tanpa duri seperti salmon, gindara, tenggiri, marlin dan kakap. Tempe dan tahu/tofu.

Bahan tambahan: yogurt bayi dan keju alami, ada juga keju khusus bayi yang rasanya tawar serta sedikit mengandung garam.

Usia bayi 9-12 bulan:
Pada usia ini bayi dapat mulai diperkenalkan pada variasi rasa dan tekstur makanan yang beragam sehingga menambah perbendaharaan cita rasa si kecil

Sayuran berserat seperti buncis muda dan kacang kapri

Kuning telur yang dimasak hingga matang

Bahan makanan seperti makaroni, pasta dan mie. Hindari mie instan plus bumbunya karena mengandung banyak garam dan vetsin. Sebisa mungkin tidak menambahkan bumbu dan kaldu instan.

Finger food atau makanan yang dipotong-potong seukuran jari seperti apel, pir, wortel yang dapat dikukus sebentar, mentimun dan kentang goreng.

Bagaimana mengolah makanan bayi?
Banyak ragam cara pengolahan yang dapat anda ikuti. Detil pengolahan dapat dilihat di setiap resep makanan balita. Beberapa saran dan tips pengolahan standar sebagai berikut:

* Pastikan mencuci tangan sebelum mempersiapkan makanan bayi

* Gunakan peralatan yang disediakan khusus untuk bayi. Tak perlu yang mahal, cukup pisahkan peralatan memasak untuk bayi dengan peralatan masak untuk keluarga

* Perhatikan kebersihan peralatan tersebut, pastikan untuk mencuci bersih peralatan masak dan makan. Peralatan makan dapat disterilisasi dahulu sebelum digunakan.

* Bahan makanan dapat dikukus, rebus, ditim atau dimatangkan dengan microwave tergantung dari jenis makanannya

* Untuk membuat pure buah yang halus anda dapat menggunakan food processor, atau pergunakan alat sederhana seperti penyaring teh setelah diblender dengan sedikit air.

* Usahakan untuk mengolah bahan makanan untuk sekali makan terutama pure buah.

* ASI atau susu formula dapat ditambahkan dalam proses pengolahan.

* Bubur halus dapat dibuat sekaligus untuk disimpan di freezer paling lama hingga 30 hari. Wadah penyimpanan dapat menggunakan wadah es batu dan dimasukan dalam kantung plastik pembungkus. Dapat juga digunakan wadah-wadah plastik khusus makanan seukuran sekali makan. Untuk menyajikannya dapat dipanaskan dengan microwave, dengan mengukus atau cukup dipanaskan di atas kompor.

* Hindari menyimpan makanan sisa di freezer. Sebaiknya sisa makanan dibuang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


1. Bubur Tepung Kacang Hijau

CARA MEMBUAT TEPUNG KACANG HIJAU cuci bersih kacang hijau dalam jumlah sekehendak, tiriskan lalu sangrai sampai kering. Angkat. Tumbuk perlahan agar kulitnya mengelupas. Buang kulitnya, lanjutkan menumbuk hingga halus, ayak.

TEPUNG KACANG HIJAU

Saat ini sudah tersedia di pasaran tepung kacang hijau yang sudah jadi. Malah ada yang terbuat dari kacang hijau alami yang ditanam tanpa pupuk kimia sintetis dan pestisida kimia, alias organik.

BUBUR KACANG HIJAU

Bubur kacang hijau sangat baik untuk dijadikan makanan selingan dan MPASI yang sehat.

Berikut ini beberapa resep MPASI yang menggunakan tepung kacang hijau:

# Resep Susu Kacang Hijau#

Bahan 1 sendok makan tepung kacang hijau 300 ml air 200 ml susu UHT gula secukupnya

Cara memasak: Campur tepung kacang hijau, air dan gula, aduk rata. Masak di atas kompor sambil terus diaduk sampai matang. Setelah matang tambahkan susu UHT. Siap dihidangkan

#Bubur Kacang Hijau Saus Jeruk#

Bahan: 20 gr Tepung Kacang Hijau, 200 ml air, 1 sdm susu formula Saus: 30 ml air perahan jeruk baby

Cara membuat:

• Aduk rata tepung kacang hijau dan air. Masak di atas api kecil sambil diaduk hingga matang dan kental. Angkat. Tambahkan susu formula, aduk rata. Biarkan hingga agak dingin.

• Sajikan bubur dengan sausnya.

#Bubur Kacang Hijau Saus Melon#

Bahan: 20 gr Tepung Kacang Hijau 200 ml air 1 sdm susu formula Saus: 50 gr melon jingga

Cara membuat:

• Aduk rata tepung kacang hijau dan air. Masak di atas api kecil sambil diaduk hingga matang dan kental. Angkat. Tambahkan susu formula, aduk rata. Biarkan hingga agak dingin.

• Proses melon dengan blender hingga halus

• Sajikan bubur dengan sausnya

• Catatan:Ibu bisa saja menggunakan melon hijau tetapi melon jingga lebih baik karena mengandung betakaroten. Untuk 1 porsi ibu menggunakan ASI perah dan susu formula.daripada air biasa. Hanya saja, jika menggunakan ASI perah, kurangi jumlah air agar bubur tak terlalu cair. Campurkan ASI setelah bubur matang.


2. Bubur Saring Alpukat Tuna

Bubur saring adalah salah satu jenis makanan padat yang dapat diberikan di awal pengenalan makanan padat, yaitu usia 6 – 7 bulan. Perlu diperhatikan juga penerimaan si kecil atas jenis rasa baru. jangan memaksakan jika si kecil tak suka. tapi cobalah dengan mencampur dua jenis makanan sehingga rasa menjadi lebih nyaman bagi bayi.

Pilihan bubur saring buah alpukat dan ikan tuna adalah salah satu contoh penggabungan dua rasa yang segar, lezat dan sehat. Ikan tuna mempunyai zat gizi yang sangat baik untuk proses pertumbuhan. sayang kiranya jika kita tidak memberikan pada si bayi hanya karena rasanya yang agak amis. Campuran alpukat menutup rasa amis tuna dan menjadikan bubur saring ini gurih dan lezat.

Selamat mencoba!

75 gr alpukat, kupas dan potong kecil-kecil

2 sdm tuna kalengan (tuna in oil), tiriskan dan suir-suir kecil

2 sdt keju tawar rendah lemak

1 sdt yogurt tawar

1/2 buah tomat, kupas dan ambil daging buahnya saja

Cara membuat:

1. Blender semua bahan sekaligus hingga lembut

2. Segera isajikan

3. atau jika ingin makanan agak hangat, dapat hangatkan sebentar saja di pemanas makanan bayi

3. Bubur Wortel Jeruk

Bayi dengan usia diatas 7 bulan mulai dapat diberikan sayuran. Serat yang tinggi dari sayuran belum dapat dicerna dengan baik untuk usia dibawah 7 bulan. Wortel mengandung beta karoten yang baik untuk pertumbuhan dapat menjadi salah satu pilihan macam sayuran.

Bahan:

50 gr Wortel import

3 sdm perasan jeruk baby atau ASI

Cara membuat:

1. Kukus wortel hingga empuk dan berair

2. Blender bersama perasan jeruk baby hingga lembut

3. Sajikan segera


4. Pure Pisang Jeruk

Menu bayi pendamping ASI ini cocok untuk Bayi yang baru belajar makan makanan padat. Tekstur pisang yang lembut dan licin dapat memudahkan bayi menelan.

Perasan jeruk manis menambah kaya rasa pada pure ini. Bayi pun pasti suka. Perlu diingat untuk memberi makanan padat pertama setelah bayi berusia 6 bulan. Selain program ASI eksklusive yang penting untuk proses tumbuh kembang juga karena sistem pencernaan bayi dibawah 6 bulan belum siap untuk makanan padat.

Selamat mencoba!

Bahan:

1 buah pisang ambon yang masak

1/2 buah keruk baby

Cara membuat:

1. Kupas pisang ambon dan lumatkan dalam mangkok makan bayi

2. Campurkan perasan jeruk baby dalam pisang yang telah lumat

3. Aduk rata dan sajikan segera


5. Biskuit Susu Saus Apel


Biskuit bayi banyak tersedia di toko makanan serta mudah mendapatkannya. Namun kadangkala bayi bosen dengan rasa dan tekstur biskuit.

Dengan sedikit ide, bunda dapat membuat menu variasi dari biskuit bayi yang dapat membangkitkan selesar makan si mungil.

Selamat mencoba!

Bahan:

2 keping biskuti bayi rasa Original

40 ML susu formula atau ASI

1 buah pisang ambon, ambil dagingnya saja

50 gram apel merah manis, kupas dan kukus hingga lunak

1 jeruk baby diambil airnya

Cara membuat:

1. Rendam biskuit bayi dalam susu/ASI hingga lunak, sisihkan

2. Apel, pisang dan air jeruk diblender hingga halus

3. Campurkan saus buah2an tersebut dalam rendaman biskuit yang halus

4. Sajikan segera


6. Bubur Saring Kuning Telur

Resep ini cocok untuk bayi usia 10 bulan ke atas yang tentunya sudah dapat mencerna bahan makanan yang lebih kompleks. Campuran bayam hijau dan tomat dapat menghilangkan amis telur dan tentu saja menambah cita rasa dan asupan gizi.

Bahan :20gr beras

25gr tempe

25 gr daun bayam hijau

25gr tomat dipotong kecil

1 kuning telur ayam kampung, kocok lepas

1 sdt mentega tawar

625cc air

Cara Membuat:

1. Rebus beras, air, dan tempe sampai menjadi bubur, masukkan bayam dan tomat hingga matang.

2. Masukkan kuning telur dan mentega sambil diaduk hingga matang.

3. Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.


7. Jagung Manis Brokoli

Bahan : 1 bh jagung manis

50 gr brokoli

50 ml ASI/formula

Cara Membuat :

Bersihkan brokoli per kuntum, cuci bersih lalu dikukus. Cuci bersih jagung manis, kemudian kukus bersama dengan brokoli. Setelah matang campur dengan air dan dihaluskan dengan menggunakan blender. Masak sebentar dengan api kecil.

Setelah agak dingin campur dengan ASI, saring dengan menggunakan saringan kawat.


8. Pure Pepaya Jeruk

Bahan : 1 iris sedang papaya California

50 ml jeruk baby

Cara Membuat :

Kupas papaya, ambil dagingnya, potong-potong kecil. Tambahkan jeruk baby dan haluskan dengan menggunakan blender. Saring dengan saringan kawat.


9. Pure Pisang

Bahan : 1 bh pisang

50 ml ASI/formula

Cara Membuat :

Pisang dikupas dan potong-potong kecil, haluskan dengan garpu tambahkan ASI untuk mengencerkan. Saring dengan menggunakan saringan kawat.


10. Pure Pir

Bahan : 1 bh pir

50 ml ASI/formula

Cara Membuat :

Kupas kulit pir, potong-potong kecil kemudian dikukus hingga lunak. Haluskan pir kukus dengan menggunakan blender, campur dengan ASI. Kemudian saring dengan menggunakan saringan kawat.


11. Pure Apel

Bahan : 1 bh apel

50 ml ASI/formula

Cara Membuat :

Kupas kulit apel, potong-potong kecil kemudian dikukus hingga lunak. Haluskan apel kukus dengan menggunakan blender, campur dengan ASI. Kemudian saring dengan menggunakan saringan kawat.

12. Beras Merah Caisim

Bahan : 2 sdm tepung beras merah

50 gr caisim iris kecil

50 ml air

50 ml ASI/formula

Cara Membuat :

Caisim yang sudah diiris kecil, buang bagian kerasnya cuci bersih lalu dikukus. Setelah matang campur dengan air dan dihaluskan dengan menggunakan blender.

Siapkan panci tuang hasil blender caisim dan tepung beras merah, masak dalam api kecil hingga matang dan kental.

Setelah agak dingin campur dengan ASI, saring dengan menggunakan saringan kawat.


13. Beras Merah Sawi Putih

Bahan : 2 sdm tepung beras merah

50 gr sawi putih iris kecil

50 ml air

50 ml ASI/formula

Cara Membuat :

Sawi putih yang sudah diiris kecil, buang bagian kerasnya cuci bersih lalu dikukus. Setelah matang campur dengan air dan dihaluskan dengan menggunakan blender.

Siapkan panci tuang hasil blender sawi putih dan tepung beras merah, masak dalam api kecil hingga matang dan kental.

Setelah agak dingin campur dengan ASI, saring dengan menggunakan saringan kawat.


14. Beras Merah Brokoli

Bahan : 2 sdm tepung beras merah

50 gr brokoli

50 ml air

50 ml ASI/formula

Cara Membuat :

Bersihkan brokoli per kuntum, cuci bersih lalu dikukus. Setelah matang campur dengan air dan dihaluskan dengan menggunakan blender.

Siapkan panci tuang hasil blender brokili dan tepung beras merah, masak dalam api kecil hingga matang dan kental.

Setelah agak dingin campur dengan ASI, saring dengan menggunakan saringan kawat.


15. Pure Ubi Merah Jagung

Bahan : 1 bh ubi merah

½ bh jagung manis

80 ml ASI / formula

Cara Membuat :

Ubi merah yang sudah dibuang kulit dan dipotong kecil-kecil, dikukus bersama dengan jagung manis sampai lunak.

Haluskan ubi merah, jagung manis dan ASI dengan menggunakan blender, kemudian disaring dengan saringan kawat.

Rabu, 17 Desember 2014

Selain Telat Menstruasi, Ini 5 Sinyal Wanita Sedang Berbadan Dua


SHUTTERSTOCK Ilustrasi
Tak sedikit wanita yang belum pernah memiliki anak tidak mengetahui sinyal awal kehamilan di minggu pertama. Hal ini akhirnya membuat mereka sedikit telah dalam memperhatikan kesehatan tubuh dan janin.
Untuk menghindari hal yang demikian, berikut lima pertanda awal wanita sedang mengandung:
Payudara membengkak dan nyeriMenurut Melissa Goist, MD, Clinical Assistant Professor of Obstetrcis and Gynecology di Ohio State Univeristy Medical Centre, payudara membesar atau membengkak lalu terasa nyeri merupakan tanda awal Anda sedang berbadan dua.
“Ini adalah gejala kehamilan paling umum. Sebab, payudara kaya akan jaringan tisu yang sifatnya sangat sensitif. Ketika sel telur berhasil dibuahi maka progesterone dan hCG meningkat dalam tubuh, ini meningkatkan volume darah, sehingga membuat payudara membengkak dan terasa lebih berat dari sebelumnya,”.
Bercak darahUmumnya, saat vagina mengeluarkan bercak-bercak darah, wanita menganggapnya sebagai gejala awal menstruasi. Namun, Goist mengatakan bahwa hal yang demikian bisa juga tanda-tanda awal Anda tengah mengandung.
“Banyak wanita yang menyangka bahwa bercak darah sebagai sinyal bakal menjalani masa menstruasi. Namun, jika bercak ini terjadi lebih sering dalam periode waktu yang singkat, maka bisa jadi itu pertanda Anda akan hamil,” ujarnya.
Mudah lelahJika Anda merasakan tubuh mudah letih dan malas melakukan rutinitas yang selalu Anda lakukan setiap hari, ini juga pertanda bahwa proses pembuahan berhasil dan telah tumbuh janin dalam rahim Anda.
“Kala kandungan masih berusia dua minggu, janin sudah menyerap kalori dalam tubuh sehingga menguras energi Anda.  Inilah penjelasan mengapa tubuh mudah sekali lelah dan Anda seperti selalu kehabisan tenaga,” terang Goist.
Puting menghitamApakah payudara Anda tampak berbeda beberapa hari belakangan ini? Sebab, hormon wanita saat hamil mempengaruhi aktivitas melanocyte, sel payudara yang mempengaruhi kadar warna pada puting. “Kulit payudara yang menghitam baru terlihat jelas saat kehamilan telah mencapai usia 10 minggu atau lebih,” imbuh Goist.
Cepat gembira cepat sedihJangankan saat mengandung, wanita yang tengah menstruasi pun juga mengalami perubahan mood yang sulit dikendalikan. Nah, hal ini semakin menjadi saat awal-awal kehamilan. “Seiring meningkatnya level hormone hCG membuat Anda sering letih, sehingga tak ayal ini pun mempengaruhi suasana hati Anda,” terang Goist.

Sebelum Sang Buah Hati Hadir, Jangan Lupa Persiapkan 6 Hal Ini


SHUTTERSTOCK Ilustrasi

Belanja berbagai perlengkapan bayi menjadi salah satu kesenangan saat hamil. Namun, bisa juga menjadi merepotkan jika tak dipersiapkan dengan baik.
Satu hal yang mesti digarisbawahi oleh para ibu hamil adalah pastikan kebutuhan dasar si bayi sudah terpenuhi, sebelum Anda melakukan persalinan di rumah sakit. Tujuannya untuk  memudahkan Anda ketika menjalani masa nifas. Berikut 6 tips penting dalam mempersiapkan kebutuhan buah cinta Anda dan suami.
1. Kebutuhan dasar
Kebutuhan dasar bayi seperti popok, pakaian bayi, serta susu formula adalah hal penting yang tak boleh terlupakan dalam berbelanja. Jangan membeli barang-barang tersebut dengan jumlah terbatas, karena bisa membuat Anda kewalahan dalam mengurus bayi di masa nifas.
2. Peralatan bayi
Semua kebutuhan bayi itu penting, tetapi beberapa barang seperi tempat duduk bayi, tas bayi, dan sejumlah mainan sebenarnya bisa menunggu. Dahulukan kebutuhan pokok dibandingkan kebutuhan primer lainnya.
3. Banyak bertanyaJika Anda seorang ibu baru, maka jangan ragu untuk bertanya pada wanita lain yang sudah berpengalaman mengurus dan merawat bayi. Sebab, tak ada “sekolah” terbaik, selain banyak bertanya pada mereka yang pernah memiliki pengalaman serupa.
4.Jangan berlebihan
Untuk menghindari pemborosan akibat belanja impulsif, pastikan untuk mencatat prioritas kebutuhan bayi Anda terlebih dulu. Sebab, tak sedikit ayah dan ibu baru berbelanja di luar batas kemampuan, karena merasa terlalu antusias menghadapi kedatangan sang buah hati.
5. Lakukan risetAnda dapat bertanya pada teman-teman yang baru melahirkan atau mencari di internet, mengenai barang dan merek  terbaik untuk bayi Anda
6. Jangan lupakan alat pompa ASI
Jangan lupa membeli pompa ASI dan botol penyimpanannya, agar Anda dapat memberi asupan ASI yang maksimal saat sudah kembali bekerja dan beraktivitas.


Sumber :

Alasan Mengapa Bayi Kecil Jangan Dibawa Jalan-jalan


SHUTTERSTOCK Ilustrasi

Mengapa tidak disarankan bayi kecil diajak pergi, berikut uraian beberapa alasan yang melatari pernyataan tersebut.

1. Bayi masih rentan
Perlu diingat, keadaan di luar rumah umumnya tidak "ramah" bagi bayi. Polusi dari asap rokok dan asap kendaraan serta kuman penyakit yang tersebar di mana-mana jelas tidak menguntungkannya. Ini disebabkan daya tahan tubuhnya masih sangat rendah, kekebalan tubuhnya pun belum terbentuk sempurna. Lain lagi jika si kecil sudah berusia 6 bulan. Sebab di usia itu bayi sudah mendapat sejumlah imunisasi untuk daya tahan tubuhnya. Selain itu bayi usia ini sudah bisa melihat dan mengenal benda-benda di lingkungannya, di samping sudah bisa didudukkan, berlatih jalan, atau bicara.

2. Kerepotan memberi ASI
Bayangkan seandainya si ibu sedang berada di tengah keramaian dan bayinya menangis karena kelaparan. Mau langsung membuka baju dan menyusui rasanya pasti tidak nyaman. Sementara mencari tempat khusus pun, tidak semua tempat umum/mal menyediakan fasilitas ini. Padahal semakin ditunda pemberian ASI, si bayi akan makin rewel. Maka itu, bayi kecil jangan diajak pergi.

3. BAK dan BAB yang relatif sering
Di usia bawah 6 bulan,  frekuensi BAK dan BAB bayi masih relatif sering, sekitar 10-12 kali sehari. Bahkan BAB sampai 10 kali sehari masih dalam batas toleransi. Makin sering minum ASI, BAB-nya pun makin sering. Seandainya mengajak bayi bepergian selama 3 jam saja, bisa bayangkan berapa kali harus mengganti popoknya. Mungkin masih bisa diatasi dengan popok sekali pakai, tapi bagaimana dengan BAB? Bayi akan rewel kalau popoknya tidak segera diganti setelah BAB dan dari segi kesehatan membiarkan popoknya kotor amat tidak disarankan.

Sumber :